Toyota Tampilkan 3 Mobil Konsep


Toyota Tampilkan 3 Mobil Konsep



INILAH.COM, Tokyo - Toyota Motor Corporation (TMC) tampil mengesankan dalam Tokyo Motor Show (TMS) 2009, dengan memajang tiga mobil konsep dan mobil balap F1 TF109 di ajang pameran otomotif paling bergengsi di Jepang itu yang mulai dibuka untuk publik akhir pekan ini.

"Saya ingin otomotif dapat selalu menjadi bentuk transportasi yang bisa menjadi sumber inspirasi bagi semua orang muda atau tua," kata Presiden TMC, Akio Toyoda saat berpidato di depan pers mancanegara yang memadati arena TMS 2009 di Makuhari Messe, kawasan Chiba City Perfecture, sekitar 35 kilometer dari Tokyo.

Pada TMS ke-41 tahun ini, Toyota menampilkan tema "Harmonious Drive" A New Tomorrow for People and the Planet". Tema tersebut mengekpresikan komitmen Toyota untuk membuat mobil sebagai alat transportasi pribadi namun tetap harmonis dengan kehidupan masyarakat banyak.

Akio Toyoda muncul di arena TMS 2009 menggunakan semacam sepeda motor listrik. Saat berpidato ia tampil ekspresif tanpa teks, berdiri di tengah-tengah tiga mobil konsep kebanggaan TMC tersebut.

Salah satunya adalah Toyota FT-86, mobil sport Toyota yang ditunggu-tunggu publik dunia untuk menjadi salah satu legenda mobil sport baru. FT-86 dalam bahasa Jepang disebut "hachi roku".

Pada dasarnya FT-86 adalah mobil yang mempunyai bodi ringan dengan postur pendek (ceper). Mobil ini menggunakan mesin boxer 2.000 cc. Fitur menarik lainnya adalah warna bodi merah terang dengan bayangan biru.

Mobil konsep TMC lainnya adalah Prius Plug-In Hybrid (PHV).

Menurut Toyoda, inilah Prius pertama yang menggunakan baterai lithium-ion. Mobil dibuat berdasarkan Prius generasi ke-3. Bisa diisi dari tenaga listrik di luar kendaraan, misalnya soket listrik di rumah.

Prius PHV bisa dijalankan dengan atau tanpa baterai terisi. Dengan menggunakan energi listrik yang lebih banyak, efisiensi Prius ini lebih baik dibandingkan dengan hibrida bensin-listrik konvensional.

Toyota menargetkan, konsumsi bahan bakar mobil ini bisa mencapai 55 km/liter atau lebih. Sedangkan emisi karbon dioksida hanya 42 g/km atau lebih rendah lagi.

Saat menjadi mobil listrik bisa digunakan untuk menempuh jarak 20 km atau lebih, dengan baterai terisi penuh. Lama pengisian baterai diperkira 180 menit pada tegangan 100 volt dan 100 menit pada 200 volt.

Mobil konsep ketiga yang ditampilkan TMC adalah FT-EV II. Mobil ini dirancang sebagai mobil listrik jarak dekat atau mobil kota. Dengan bentuk bodi yang lebih kompak dari Toyota iQ, FT-EV II masih bisa memuat 4 penumpang.

FT-EV II dirancang dengan bagian depan rendah. Selain juga dilengkapi kaca tambahan di bawah kaca depan untuk memperluas penglihatan ke depan. Mobil ini menggunakan lampu kombinasi belakang LED yang bisa dilihat langsung.

Meski dirancang untuk kawasan perkotaan semacam Tokyo, mobil listrik dengan panjang 2,73 meter, lebar 1,68 meter dan tinggi 1,49 meter tersebut mampu melaju di atas 100 km/jam dan bisa digunakan sejauh 90 km untuk sekali isi baterai.Kendaraan bertenaga listrik buatan TMC teranyar ini dikhususkan untuk warga perkotaan.

Pada TMS 2009, sebanyak 108 perusahaan otomotif dunia termasuk Jepang memamerkan sejumlah produk teranyar mereka yang memenuhi seluruh ruangan West Hall, East Hall dan Center Hall dari Makuhari Messe yang total luasnya mencapai 54.000 meter persegi.

Jumlah peserta TMS kali ini jauh lebih sedikit dari sebelumnya mengingat sejumlah raksasa otomotif dunia termasuk tiga produsen otomotif besar dari AS, Ford, Chrysler dan GM urung ikut karena alasan krisis ekonomi.

TMS 2009 mengambil tema "Fun Driving for Us, Eco Driving for Earth", yang intinya ingin menyampaikan ide besar menyeimbangkan antara kesenangan berkendara dengan lingkungan.

Sejalan dengan keinginan memberikan informasi seluas mungkin mengenai perkembangan produk dan kemajuan teknologi otomotif, TMS 2009 menyelenggarakan berbagai program khusus untuk menciptakan sebanyak mungkin antusias masyarakat atas produk mobil dan motor baru. [Tom]

sumber : www.inilah.com

Aneka Rasa Mobil Dinas Menteri

Aneka Rasa Mobil Dinas Menteri


Perseteruan Indonesia dengan Swedia soal GAM, belakangan menyerempet juga seruan agar memboikot Volvo. Merek mobil yang satu ini naas terbawa-bawa gara-gara bikinan Swedia. Sisi menariknya, Volvo adalah tunggangan resmi para menteri Indonesia.

Bicara soal mobil dinas menteri, sudah sejak lama Volvo menyandang predikat tersebut. Mulai dari era Soeharto (mulai 1978) sampai jaman Megawati saat ini. Volvo dinas pertama bertipe Volvo tipe 264 GL dan yang terakhir yang mulai dipasok sejak tahun 1998 adalah Volvo S90.

Sosoknya yang terkesan klasik dan mewah membuat Volvo dianggap pas untuk menambah wibawa para pejabat tinggi. Namanya saja mobil mewah, tentu nilainya tidak murah. Harga satu biji Volvo S90 setelah mampir ke Indonesia, bisa sampai Rp 700 juta.

Berbeda dengan di Indonesia, negeri Jiran, Malaysia atas dasar nasionalisme, memilih mobil lokal. Sejak tahun 1998, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad menetapkan Proton Executive sebagai kendaraan resmi anggota kabinet. Proton adalah industri otomotif nasional Malaysia.

Lokal iya..tapi belum tentu murah. Soalnya, Proton khusus menteri ini per bijinya harganya mencapai 400 ribu ringgit atau Rp 864 juta. Maklumlah, Proton yang satu ini dibawa dulu ke Jepang untuk disempurnakan sebagai mobil anti peluru, sesuai standar pejabat tinggi negara.

“Sudah sekelas BMW,” ujar Mahathir ketika itu. Walau pada praktiknya, banyak menteri Malaysia yang tetap memakai Mercy, termasuk Mahathir sendiri yang memakai Daimler, toh sebanyak 80 Proton Executive tetap dibagikan kepada para menteri dan pejabat tinggi Malaysia.

Sementara itu, Belanda memilih cara lain. Negeri yang sebenarnya terbilang makmur ini tak hendak royal. Haram hukumnya bagi menteri untuk dibelikan mobil baru, kecuali mobil dinas yang dulu bekas dipakai pendahulunya benar-benar sudah jebol.

Soal merek, pemerintahan Negeri tulip ini tak membuat batasan. Terserah kesukaan menteri yang bersangkutan saja. Yang penting harganya sesuai budget. Tidak boleh melebihi 44,54 sen euro per km x usia mesin (Sekitar Rp 650 juta).

Karena itu tak heran, mobil para menteri Belanda tak seragam. Ada yang memakai Mercedes Benz E230, Volvo 270 atau Volvo S80. Seri mobil di atas dalam pandangan para 'manajer negara' Belanda sudah dinilai cukup representatif.

Begitulah gaya berbagai macam pemerintahan dalam memfalisitasi para pejabat tingginya. Memang kesan bukan mobil murahan tetap penting. Cuma, bukankah sebaiknya jenis dan harganya disesuaikan dengan kondisi negara yang ada bukan?

sumber:www.detik.com

Inilah Calon Mobil Dinas Menteri Baru


Inilah Calon Mobil Dinas Menteri Baru

JAKARTA - Kabinet Indonesia Bersatu jilid II bentukan SBY dikabarkan akan menggunakan mobil baru yakni Toyota Crown Majesta. Seperti apa sih sedan yang katanya seharga Rp1,8 miliar ini?

Bila ditarik dari keluarga Toyota Crown, maka sebenarnya sedan tersebut telah ada sejak 1955. Namun Toyota baru menggunakan nama Crown Majesta pada 1991 untuk menghadang BMW Seri 7, Mercedes-Benz S-Class maupun Hyundai Equus.

Saat itu Toyota menghadirkan dua varian mesin untuk Majesta, yakni 3.0 Liter 2JZ-GE dan 4.0 Liter 1UZ-FE V8 yang keduanya dicomot dari varian Lexus, masing-masing Lexus GS dan Lexus LS400.

Saat itu Majesta dibekali seperangkat fitur unggulan yang diklaim paling canggih di kelasnya. Misalnya saja penggunaan GPS, elektrik power steering four wheel steering dan head-up display.

Dan kini, setelah 13 generasi Crown Majesta terbaru hadir di negeri matahari terbit tersebut awal Maret lalu. Semuanya tentu sudah mendapat perubahan yang signifikan.

Misalnya saja dari sisi mesin, Majesta kini menggunakan engine 4.3 liter V8 dengan kode 3UZ-FE berpenggerak roda 4x2, dan juga 4.6 liter V8 1UR-FSE 4x4. Semuanya dijalankan dengan pilihan transmisi 6-speed otomatis dan 8-speed otomatis.

Dijuluki full-size premium luxury sedan, Majesta generasi teranyar menggunakan teknologi VVT-i elektronik (VVT-iE) untuk meningkatkan performa dan efisiensi bahan bakar mesinnya. Untuk yang 4,6 liter mampu menghasilkan tenaga maksimum 347 ps pada 6.400 rpm dan torsi 460 Nm di 4.100 rpm.

Dari sisi kenyamanan, jangan tanyakan pada sedan mewah ini. Seperangkat piranti hiburan, keselamatan, dan panel indikator lainnya berjejalan di kabin Majesta.

Pada setir misalnya, pengemudi bisa mengatur tampilan layar monitor yang menampilkan indikator kinerja mesin, pemakaian bahan bakar, hingga mode Eco Zone yang memungkinkan Majesta lebih ramah lingkungan.

Lantas ada juga perangkat GPS yang menampilkan peta-peta secara interaktif. Hebatnya, perangkat yang juga memaparkan informasi rambu-rambu ini terhubung dengan sistem rem dan akselerasi serta perangkat keselamatan aktif mobil. Sehingga apabila mobil melewati lampu merah, maka otomatis rem akan berfungsi saat pengemudi telat mebnginjak rem.

Ada pula berbagai perangkat hiburan baik untuk penumpang jok depan maupun baris kedua. Semuanya disajikan secara terpisah agar penumpang belakang yang ingin menikmati hiburan tidak terganggu dengan gerak si sopir.

Apa yang diterapkan Toyota mungkin tepat, karena konsumen yang menggunakan Majesta tentu lebih memilih duduk dibangku penumpang belakang daripada mengemudikan mobilnya sendiri.

Karena itulah satu monitor berukuran 9 inici juga disematkan pada sedan mewah ini. Monitor yang cukup lebar tersebut mampu menyajikan berbagai hiburan seperti memutar CD, MP3, DVD, MP4, bahkan hingga siaran TV global melalui satelit. Peerangkat ini dihubungkan dengan 19 amplifier dan 20 speaker.

Agar penumpang tetap nyaman selama perjalanan, Toyota menggunakan sistem suspensi udara hidrolik disemua kaki-kaki Majesta. Asiknya, ketinggian dan tingkat kekerasan suspensi udara tersebut bisa diatur melalui tombol-tombol yang ada di panel indikator kabin.

Sekujur bodi juga dibuat lebih mampu meredam suara bising dari luar yang masuk ke dalam kabin. Selain itu struktur body juga dibuat lebih persisi untuk menghindar benturan fatal ketika terjadi kecelakaan baik dari samping, depan maupun belakang. Ini belum termasuk 10 airbag yang tersedia di sekujur kabin Majesta.

Agar mobil lebih 'safety', Toyota pun membekalinya dengan perangkat keselamatan lain seperti Night View di mana Majesta bisa mendeteksi apabila ada benda lain yang berada di depan mobil namun tidak tertangkap cahaya lampu mobil saat malam hari.

Dengan semua perangkat tersebut, diharapkan baik pengemudi mapupun penumpang Majesta akan merasa aman dan nyaman ketika berada di dalam mobil.

sumber : http://autos.okezone.com

Let's Customize

Mau mencoba nge-modif Ford Mustang GT tahun 2010? Kunjungi link ini :

http://www.fordvehicles.com/the2010mustang/?id=/customizer/overview/No1086

Perbedaan Supercar di Luar Negeri & Dalam Negeri

Ketika mobil - mobil sekelas Ferrari dan Lamborghini di Indonesia dielus-elus, disayang-sayang, dipakai ngebut tiap weekend, atau cuma jadi pajangan garasi doank, di luar negeri.....yah, silakan lihat sendiri yak.

Ferrari 360 Modena

Lamborghini Murcielago

Ferrari F430

Ferrari Enzo ( cuma ada 2 unit di Indonesia )